Kamis,  24  Juli  2008   
 
  Tentang Kami      Layanan cbc      Kontak cbc   
cbcindonesia.com > Investigasi > Analisis Kasus
SEARCH: 
  Teras
  Berita
  Fokus
  Investigasi
  I n f o

 

Selasa, 8 Maret 2005 13:49

Survival of The Fittest

Terasa sekali arti dan esensi dari sebuah kompetisi dimana yang paling fit-lah yang memiliki peluang untuk menjadi pemenang. Itu hanya dapat terjadi jika persaingan yang terjadi berdasarkan prinsip-prinsip bersaing secara sehat. Sebab dapat saja terjadi bahwa pemenang dari sebuah persaingan ternyata bukan yang paling fit karena sang pemenang didukung oleh sang wasit.

Adakalanya terjadi kondisi ekstrem dimana dalam sebuah persaingan walaupun sang peserta didukung secara all out oleh sang wasit tetap saja tidak dapat memenangkan persaingan tersebut. Hal ini sangat nyata terjadi di dunia bisnis!

Persaingan di industri consumer electronics selama ini telah memunculkan sebuah perusahaan raksasa yang bernama Sony. Sony yang terkenal dengan walkman-nya itu pernah menjadi legenda keberhasilan industri Asia dalam menguasai hegemoni sebuah industri yang berlandaskan teknologi. Sampai akhirnya saat ini hegemoninya sang raksasa ini mulai menyusut yang ditandai oleh harga sahamnya yang tak menarik lagi hingga banyak tutupnya cabang-cabang perusahaanya di manca negara.

Di dunia persaingan komputer, kita juga mengenal sebuah perusahaan raksasa yang bernama Microsoft. Perusahaan ini karena kemampuannya yang sangat luar biasa dalam menguasai pasar komputer Eropa telah menyebabkan lembaga Antitrust Uni Eropa melancarkan upaya untuk menghambatnya. Microsoft dicoba dibendung karena perusahaan ini sangat fit sekali dengan menggunakan perangkat yang bernama undang-undang anti persaingan usaha. Dapat dianalogikan perusahaan komputer selain Microsoft telah didukung oleh wasit untuk menghentikan keperkasaan Microsoft. Berhentikah Microsoft?

Saham Microsoft beberapa tahun terakhir tidak menunjukkan peningkatan yang berarti sekalipun perusahaan raksasa ini terus berupaya menguasai dunia komputer. Hambatan dari kelincahan saham Microsoft untuk bergerak lincah ke atas telah dihambat oleh munculnya pesaing-pesaing yang jenius. Para pesaing ini tanpa perlu bantuan wasit telah memukau dunia dimana harga sahamnya melesat tinggi di atas saham Microsoft.

Sang bintang tersebut bernama Apple! Sebuah perusahaan komputer yang sebelumnya kalah bersaing melawan Microsoft. Dengan kembalinya Steve Jobs sang jenius maka Apple melancarkan strategi bisnis barunya dengan menjadikan Apple sebagai perusahaan yang fit dalam persaingan bisnis.

Berbagai langkah dilakukan oleh Steve Jobs, misalnya dengan memberikan kesempatan bagi Microsoft untuk membeli saham Apple sebanyak 1 miliar dolar Amerika Serikat. Walapun upaya itu hanya merupakan umpan tipuan yang melenakan Microsoft. Steve Jobs ternyata mengarahkan Apple untuk memasuki bidang bisnis baru yaitu dengan mengkombinasikan bisnis komputer dengan consumer electronics. Apple mulai difokuskan kepada pembuatan software yang selama ini merupakan kekuatan Microsoft dan bersamaan dengan itu Apple mengarahkan pasarnya menuju industri consumer electronics. Sekali tepuk, dua raksasa terhuyung yaitu Sony dan Microsoft.

Apalagi yang dilakukan Apple agar menjadi yang paling fit? Apple sangat pandai dalam melakukan sinergi dalam rangka meningkatkan daya saing dari core competence-nya. Yang lebih penting lagi Apple mampu membaca pasar dengan baik dan mampu menterjemahkan informasi tersebut dengan strategi bisnis yang jitu.

Apple juga belajar dari kesalahan masa lalunya dalam mengembangkan produk barunya sehingga menjadi sangat sulit untuk ditiru oleh Microsoft. Product seperti Mac OS X yang dianalogikan oleh para ahli komputer sebagai gabungan dari kekuatan Tank Abraham dan kelincahan sebuah Porsche. Kali ini Steve Jobs tidak akan memberikan kesempatan seperti yang dilakukan Microsoft dalam mengkopi Mac yang asli untuk Windows 95. Dan Apple segera meluncurkan banyak produk yang sulit ditiru oleh siapaun termasuk Microsoft. Muncullah Cheetah, Puma, Panther dan Tiger yang menguasai hegemoni bisnis multimedia consumer application. Selanjutnya iTune, iTune music store dan iPod merajalela.

Belajar dari cerita keberhasilan Apple maka jika industri di tanah air berkeinginan menjadi perusahaan yang paling fit di dunia maka perlu diciptakan lingkungan usaha yang kondusif bagi segala macam eksperimen bisnis, sehingga aktor-aktor bisnisnya dapat bersaing secara kreatif. Selain itu tidak boleh ada hambatan sekecil apapun yang membatasi pergerakan factor produksi dan teknologi menuju dan keluar Indonesia.

Mengapa Amerika Serikat begitu produktif dalam menghasilkan raksasa dan ide-ide bisnis yang cemerlang? Hal ini dapat terjadi karena iklim berusaha yang sangat kondusif. Dan iklim berusahan yang sangat kondusif hanya dapat terjadi jika pemerintahan yang ada mendukungnya secara terus-menerus.

Bagaimana pemerintah Amerika Serikat mampu mendukungnya? Di sini diperlukan software politik yang mampu mendukung upaya berbisnis yang kondusif. Para penguasa yang menguasai pemerintahan haruslah berorientasi bagi terciptanya iklim usaha yang kondusif. Bagaimana itu dapat terjadi? Perlulah diingat bahwa pemerintahan yang ada di Amerika Serikat sudah teruji ratusan tahun sebagai pemerintahan yang tidak bersifat dictator. Berkah positif dari software politik yang demokratis inilah yang mampu memberikan iklim berbisnis yang kondusif di Amerika Serikat. Tidaklah mengherankan jika muncul perusahaan seperti Microsoft dan Aplle.

Sejarah telah membutktikan bahwa negara-negara yang pemerintahannnya cenderung otoriter pada akhirnya mengalami kesulitan dalam menjamin pertumbuhan ekonomi tingginya dalam jangka panjang. Contoh yang paling esktrem adalah Uni Sovyet. Kesulitan paling besar dari pemerintahan yang otoriter adalah dalam mempertahankan momentum pemerintahan yang berbasis pada penciptaan lingkungan usaha yang kondusif. Sejarah di negara Asia Timur memeprlihatkan beberapa negara otoriter seperti misalnya Korea Selatan akhirnya harus terjerembab oleh krisis ekonomi di tahun 1990-an dan hingga saat ini masih memasuki fase pertumbuhan ekonomi rendah.

Fit-nya sebuah lingkungan usaha dapat terjadi jika system politiknya mampu mengkoreksi kesalahan alokasi, akumulasi dan distribusi perekonomiannya secara relatif murah dan cepat. Pada akhirnya para pelaku bisnislah yang menjadi ujung tombak perekonomian negara-negara yang paling fit di dunia itu karena dipundak merekalah proses alokasi, akumulasi dan distribusi di dalam perekonomian sesungguhnya dilakukan.

Mampukah system ekonomi dan politik di Indonesia membesarkan Bill Gates dan Steve Jobs baru lainnya? Bill Gates dan Steve Jobs bukan saja mampu melakukan proses alokasi, akumulasi dan distribusi resources yang berada di Amerika Serikat secara efisien tetapi juga di dunia. Sistem ekonomi di Amerika Serikat memungkinkan mereka melakukan internalisasi variable eksogen yang strategis. Dan keduanya bersaing untuk menjadi yang terbaik!

Al-Muzammil ayat 17 mengatakan:

“Bagaimana cara kalian menyelamatkan diri, bila kalian menolak (untuk mempelajari) suatu masa (pergiliran sejarah) yang akan mengubah para bayi (konsep, ideology, perusahaan) menjadi manusia tua-ranta (tak berdaya atau kadaluarsa atau kalah bersaing)?”

Ayat 18 mengatakan:

“(perubahan itu menyebabkan) as-sama’ (tatanan kehidupan, struktur masyarakat, tatanan keunggulan daya saing bisnis) pecah berantakan. Ini merupakan rumusanNya (Allah) yang dulu (dan seterusnya pasti) terlaksana.”

Karenanya system yang fit- harus mampu melakukan koreksi diri dengan diikuti oleh kemampuan endogenisasi yang luar biasa dalam rangka melakukan perbaikan dalam alokasi, akumulasi dan distribusi sumber daya. Sistem itu harus ikhlas memberikan kesempatan bagi yang terbaik untuk muncul dan yang kalah untuk mundur secara dinamis sebagaimana terjadinya pergesaran musim di alam ini. (-/-)

   Analisis Kasus Lain:
10/06/2008 15:49WIB
Terapkan Defisit Spending Anti Siklis!
12/04/2008 15:28WIB
Pasar Menolak Boediono
26/02/2008 12:40WIB
Selamatkan Bank Indonesia
12/06/2007 13:32WIB
FENOMENA KREDIT MACET
08/03/2005 13:49WIB
Survival of The Fittest
25/01/2005 10:01WIB
Menanti Godot Tsunami*
30/11/2004 09:56WIB
100 Hari yang Mencemaskan!
02/11/2004 11:16WIB
Dangerous Kabinet!
Indeks Analisa Kasus   


  Ke Atas         Disclaimer      Info Iklan   
To best view this site, we recommend a frames-enabled browser such as Internet Explorer 4.0 or higher
and Res. 800x600 pixel

© 2001 Central for Banking Crisis Indonesia. All rights reserved.