 |
 |
|
 |
 |
 |
Kamis, 15 Desember 2005 16:39
Mencari Pimpinan
Jika ada hal yang sukar diikuti, sudah pasti pengalaman ALAN Greenspan selama 18 tahun menduduki jabatan sebagai pimpinan federal reserve.
Greenspan adalah legenda di Washington dan Wall street. Dia akan mundur akhir Januari, penerusnya akan menjadi bayang-bayang Greenspan.
Ben Bernanke, adalah calon pengganti pilihan presiden Bush. Penasehat ekonomi kepresidenan yang berusia 51 tahun ini sangat diharapkan menjadi pengganti Greenspan, walaupun masih ada beberapa kandidat lain.
Pencalonan Bernanke mengejutkan pengamat Fed dan pasar. Sejauh ini tidak ada hambatan untuk memperoleh persetujuan dari Senat.
Menurut artikel dari Associated press yang diterbitkan tanggal 24 Oktober, Bernanke Bachelor ekonomi lulusan Universitas Hardvard (lulus dengan predikat summa cum laude tahun 1975) dan meraih gelar doctor ekoknomi dari Massachusetss institute of technology.
Menurut CNN money report, dulunya adalah ekonomi di Universitas Stanford dan pimpinan di universitas Princeton, fakultas ekonomi sebelum Washington memanggilnya tahun 2002.
Bernanke diusulkan untuk menjabat di federal reseve tahun 2002 sebelum ditempatkan sebagai pimpinan majelis oleh gedung putih pada Juni 2005.
Kekurangan Bernanke adalah pemahaman dan pengalaman praktek sebelum bergabung di fed tahun 2002, pengalaman prakteknya sangat terbatas namun pengalaman yang didapat pada sekolah di New Jersey membangun kepercayaan dirinya sebagai pimpinan fed.
Siapa Peduli?
Dengan kepopuleran Greenspan, orang tidak peduli apa yang akan dilakukan pimpinan fed. Namun jika anda memiliki hipotik, hutang lain, atau anda peduli terhadap akibat inflasi, maka anda peduli siapa yang akan menjalankan Federal Reserve.
The Federal Reserve adalah Bank sentral Amerika. Tanggung jawab utamanya adalah memelihara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga.
Mekanisme favorit atau utama The Fed menyesuaikan dengan short-term interest rate.
Short-term interest rate mempengaruhi harga suku bunga utama yang juga dapat mempengaruhi suku bunga pinjaman lainnya. Tingkat suku bunga hipotik yang dapat disesuaikan sangat di pengaruhi oleh short-term rates yang ditetapkan The Fed.
Orang yang berpandangan kedepan akan peduli terhadap bahaya inflasi. tingkat inflasi yang kecil adalah baik, namun jika besar akan merusak.
Jika pertumbuhan ekonomi lamban atau pertumbuhan negatif yang akan meningkatkan tingkat pengangguran, maka the Fed dapat menurunkan suku bunga “Short-term interest rates“ untuk membantu investasi dan belanja konsumen.
Menurut laporan The Federal Reserve 2005, antara Januari 2001 dan Juni 2003, Federal reserve menurunkan suku bunga sebanyak 14 kali untuk dapat keluar dari resesi.
Pada Juni 2004 perekonomian menunjukkan pertumbuhan yang pesat dan konsisten, maka fed khawatir akan naiknya tingkat inflasi. Untuk menstabilkan harga, komite mengubah kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga agar tidak terjadi over heating dan percikan inflasi. Walaupun mencari uang menjadi susah, pasar akan merespon positif jika mereka yakin bahwa inflasi bukan ancaman.
Untuk melawan inflasi, pandangan Bernanke sesuai dengan pendahulunya sikap tegar dan percaya adalah saat yang tepat, bagi Bank Sentral untuk menaikan suku bunga.
Jika Bernanke memenangkan dan mendapat persetujuan dari Senat, dia akan menduduki jabatan tersebut pada tanggal 1 Februari.
Kita akan mendengar lebih banyak lagi tentang Bernanke pada tahun mendatang. Perhatikan dengan seksama orang yang menjadi gembala perekonomian yang akan memberikan kunci arah perekonomian dan portofolio anda. (Dyah Garini/c-4)
|
 |
 |