Minggu,  18  Mei  2008   
 
  Tentang Kami      Layanan cbc      Kontak cbc   
cbcindonesia.com > Info > Profil > Perbankan
SEARCH: 
  Teras
  Berita
  Fokus
  Investigasi
  I n f o



 

Senin, 9 Pebruari 2004

Profil BCA
Penulis : risna/ -


Misi

Dengan menerapkan manajemen profesional, BCA turut menunjang pembangunan ekonomi Indonesia, memberikan jasa perbankan yang beragam dan berkualitas tinggi, khususnya kepada nasabah ritel dan komersial melalui jaringan kantor cabang yang tersebar luas serta mencapai return on assets di atas rata-rata industri perbankan nasional.

Dalam rangka mewujudkan cita-cita tersebut, BCA menerapkan tiga strategi bisnis yang menjadi pilar dalam membangun sebuah bank yang sehat, terpercaya, dan sukses secara komersial. Ketiga pilar tersebut adalah :


  1. Memperkokoh posisi sebagai bank transaksi yang menjadi pilihan nasabah
  2. Meningkatkan peran intermediasi keuangan
  3. Mengembangkan BCA sebagai lembaga keuangan terkemuka


Sejarah BCA

Bank Central Asia yang juga dikenal dengan nama BCA didirikan pada tanggal 21 Februari 1957 di pusat perniagaan Jakarta dengan nama Bank Central Asia NV. Sejak pertama kali didirikan BCA terus berkembang secara signifikan sehingga pada tahun 1977, BCA telah menyandang predikat sebagai Bank Devisa.

Kemajuan BCA terlihat pula dari total aset yang selalu meningkat dari Rp 36,10 triliun di tahun 1996 menjadi Rp 53,36 triliun pada akhir Desember 1997. Walaupun pada tahun 1998 total aset BCA sempat turun saat terjadi rush namun pada posisi akhir Desember 1998 berhasil melewati posisi Desember 1997 sehingga menjadi Rp 67,93 triliun, kemudian menjadi Rp 96,45 triliun pada Desember 1999, dan pada akhir Desember 2002 telah mencapai Rp 117,305 triliun.

Kepercayaan masyarakat untuk menyimpan dana pada BCA merupakan salah satu aset terpenting yang dimiliki oleh BCA. BCA tumbuh menjadi Bank Retail/Consumer terbesar di Indonesia. Ini dibuktikan dengan besarnya jumlah nasabah BCA yang per Desember 2002 mencapai 6,847 juta rekening.

Kinerja yang mengesankan tersebut, mengantarkan BCA berhasil keluar dari BPPN pada April 2000 sehingga kini statusnya bukan sebagai Bank Take Over (BTO) lagi. Kinerja ini menjadi dasar bagi BCA untuk mengambil langkah strategis dengan melakukan go public di pasar modal. BPPN pada Mei 2000 melalui initial public offering mendivestasikan 22.5% dari seluruh saham BCA sehingga kepemilikannya atas BCA berkurang menjadi 70.3%. Sejak itu BCA menjadi perusahaan publik. Tahun 2001, BPPN melalui public offering ke dua mendivestasikan 588.800.000 lembar sahamnya yang merupakan 10% dari seluruh saham BCA sehingga kepemilikan BPPN atas BCA menjadi 60.3%. Selanjutnya BPPN mendivestasikan 51% dari seluruh saham BCA melalui strategic private placement yang dimenangkan oleh Farindo Investments (Mauritius) Limited pada tahun 2002.

BCA senantiasa mengupayakan terjadinya keseimbangan antara keuntungan yang diperoleh dengan kualitas layanan yang diberikan kepada nasabah. Dengan selalu menjaga kepercayaan nasabah, BCA siap menghadapi era globalisasi.




Indeks Perbankan
  Ke Atas         Disclaimer      Info Iklan   
To best view this site, we recommend a frames-enabled browser such as Internet Explorer 4.0 or higher
and Res. 800x600 pixel

© 2001 Central for Banking Crisis Indonesia. All rights reserved.