 |
 |
|
 |
 |
 |
Senin, 6 Desember 2004 13:19
A. Deni Daruri
Mengawasi Gerakan Dolar
Dollar begerak bagaikan Dewa Kungfu Mabok, bedanya Sang Dewa Mabok memiliki kesaktian untuk memenangkan perkelahian. Kalau Dollar justru sebaliknya meliuk-liuk terus tertohok. Tapi jangan terlalu khawatir karena terhadap rupiah dollar masih tetap sakti.
Beberapa bank sentral dunia seperti bank sentral Indonesia dan Rusia telah berusaha mengurangi kepemilikan dolarnya. Sangat mungkin mereka akan mengalihkannya kepada euro. Artinya permintaan akan euro akan meningkat dan permintaan akan dollar akan turun.
Sebetulnya permasalahan dari pergerakan dollar adalah defisit dari neraca berjalan Amerika Serikat yang terus membengkak. Tampaknya kemenangan Bush dalam pemilihan presiden Amerika Serikat yang baru lalu tak berdampak banyak dalam upayanya untuk mengurangi defisit neraca pembayaran.
Memang sepertinya ekonomi Amerika Serikat bakal kiamat tetapi nanti dulu sebelum terperangkap pemikiran seperti itu. Lihat misalnya pendapat Richard Cooper berikut:
“A $500 billion current account deficit requires that the rest of the world lend the U.S. less than 10% of its $6 trillion in annual savings. This is not so much in globalized economy, particularly if the U.S. need to import external savings will fall over time in relation to a growing global supply. Cooper argues that the U.S. offers "higher returns on real investment than Europe or Japan" and "more safety and security ... than do emerging markets." This argument is consistent with another variant on the reduced home bias, namely that capital account liberalization in China and India will generate substantial capital outflows from these economies. Large pools of domestic savings current trapped by capital controls in China and India will seek the security and greater returns of the United States.”
Pendapat Cooper tak dapat dianggap enteng, sebab sampai saat ini paling tidak perekonomian Amerika Serikat masih merupakan magnet utama bagi perekonomian dunia. Buktinya Masatsugu Asakawa masih terus membeli asset berbasis dollar. Perlu Anda ketahui bahwa Masatsugu Asakawa menguasai asset berbasis dollar yang sangat luar biasa besarnya, bahkan lebih besar dari asset berbasis dollar (cadangan devisa) yang dimiliki oleh pemerintah Cina.
Bagaimana dengan rupiah? Jangan kuatir pergerakan rupiah dan dollar tak jauh banyak berubah akhir-akhir ini. Bahkan masih berada di angka 9000-an rupiah per dollar. Padahal kinerja ekspor baru-baru ini cukup lumayan.
Yang perlu dicamkan adalah pertumbuhan ekspor pertahun selama tahun 2004 ini selalu berada di bawah pertumbuhan impornya. Jadi kenaikan ekspor pada bulan-bulan tertentu yang sepertinya menciptakan rekor itu sebetulnya hanyalah gambaran yang semu akan kuatnya surplus pada neraca perdagangan. Hingga akhir tahun tutup buku 2004 diperkirakan pertumbuhan ekspor pertahun per bulannya masih akan lebih rendah dari pertumbuhan impor per bulannya per tahun.
Bagaimana dampak pergerakan rupiah dengan rencana pemotongan subsidi bahan bakar minyak (BBM)? Apakah dampaknya bagi neraca perdagangan?
Menurut estimasi CBC surplus perdagangan diakhir tahun 2004 justru akan menurun walapun terjadi surplus perdagangan pada bulan Oktober 2004 ini yang relatif meningkat ketimbang bulan-bulan sebelumnya.
Artinya harga minyak yang membubung tinggi akan terus menjadi momok bagi peningkatan impor di masa-masa mendatang. Jika harga BBM kenaikkannya ditunda maka aktivitas produksi di pasar domestik juga masih berlari dengan kencang yang pada gilirannya juga meningkatkan impor.
Tetapi kenaikkan harga BBM justru akan mengurangi tekanan bagi berkurangnya surplus perdagangan dimasa depan. Namun, pemerintah menunda kenaikkan ini hingga tahun depan, artinya neraca perdagangan akan seperti yang diprediksikan oleh CBC.
Sehingga melemahnya dollar di pasaran dunia termasuk upaya Bank Indonesia melepaskan dollar justru tak berpengaruh besar bagi menguatnya nilai rupiah. Berbeda dengan mata uang dunia lainnya, rupiah tampaknya tidak akan menguat terhadap dollar hingga akhir tahun ini. (-/-)
Indeks Fokus
|
 |
 |