JAKARTA: Bank Indonesia akhirnya menaikkan suku bunga BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 8,25% dan tidak menutup kemungkinan kembali menaikkan terkait dengan tekanan inflasi.
Kenaikan ini diambil setelah BI Rate stagnan pada level 8% selama lima bulan terakhir. Pjs Gubernur Bank Indonesia Miranda S. Goeltom mengatakan apabila target inflasi pemerintah masih tetap sebesar 6,5%, bank sentral akan menyesuaikan suku bunga lagi.?
"BI akan terus memerhatikan arah perkembangan inflasi ke depan dan apabila diperlukan akan melakukan penyesuaian BI Rate kalau target inflasi yang ditetapkan masih tetap [6,5%]," paparnya kepada pers seusai rapat dewan gubernur di Jakarta, kemarin.
Dia memandang rencana pemerintah untuk memperbaiki dan mengurangi tekanan fiskal dengan penyesuaian subsidi BBM merupakan perkembangan yang menggembirakan. Hal itu? memberikan kepastian lebih baik mengenai arah perekonomian.
Oleh sebab itu, lanjutnya, bank sentral akan bekerja sama dengan pemerintah untuk mengurangi tekanan inflasi yang utamanya bersumber dari luar negeri, yakni komoditas pangan dan BBM.
Selain itu, langkah menaikkan BI Rate itu, menurut Miranda, sudah memerhatikan kinerja perbankan dalam negeri yang relatif membaik, kendati ekonomi dunia guncang.
"Kinerja bank masih cukup baik, dilihat dari NPL [non-performing loan]-nya tetap rendah, DPK [dana pihak ketiga]-nya masih stabil dan pertumbuhan kredit masih tinggi." (11/18) (redaksi@bisnis.co.id)