Tujuannya, agar calon yang diusulkan nantinya benar-benar bisa memenuhi aspirasi seperti diharapkan DPR dan publik.
JAKARTA -- Pemerintah meminta masukan sejumlah pakar terkait calon baru Gubernur Bank Indonesia yang akan diusulkan ke Dewan Perwakilan Rakyat. Tujuannya, agar calon yang diusulkan nantinya benar-benar bisa memenuhi aspirasi seperti diharapkan DPR dan publik.
Menteri Koordinator Perekonomian Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mulai mengundang sejumlah kalangan di Jakarta, kemarin. Secara bergiliran beberapa pengamat, perbankan, akademisi dan praktisi pasar keuangan tampak datang memenuhi undangan tersebut.
Tampak beberapa di antaranya adalah analis perbankan Mirza Adityaswara, ekonom Chatib Basri, Komisaris Utama Bank Mandiri Edwin Gerungan, dan sejumlah pimpinan redaksi media massa. "Kami dimintai masukan agar calon yang diajukan nantinya tidak ditolak lagi oleh DPR," ujar seorang yang ikut pertemuan itu kemarin.
Setelah dimintai masukan oleh kedua menteri ekonomi, kalangan yang dianggap mewakili masyarakat tersebut juga akan diundang oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Jumat mendatang. Presiden juga ingin mendengar langsung masukan mereka.
Pemerintah, seperti disampaikan Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, tidak mau calon yang diajukan ditolak lagi oleh DPR. Sebelumnya, dua usulan pemerintah, yakni Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo dan Wakil Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset, Raden Pardede ditolak oleh DPR.
Mirza Adityaswara enggan memberikan konfirmasi soal pertemuan dengan kedua menteri ekonomi tersebut. Namun, saat ditanya siapa yang layak menjadi calon Gubernur BI, ia hanya bersedia menyebutkan kriterianya agar tidak ditolak DPR.
Kriteria itu adalah seorang figur nasional dan internasional, mengerti makroekonomi, berpengalaman, bersih, berintegritas, reformis, dan dikenal dunia internasional. "Tentu saja komunikasi politik dengan partai dan DPR penting sekali dilakukan," kata Mirza. Ia tak mau menyebutkan tokoh yang dimaksud.
Namun, sejumlah sumber yang ikut pertemuan menyebutkan masukan banyak kalangan umumnya tertuju pada figur Boediono. Ia bukan saja memenuhi syarat, tetapi secara politik juga bisa diterima oleh pemerintah dan DPR. Bahkan, berkembang saran agar Menko Perekonomian tersebut diusulkan sebagai calon tunggal Gubernur BI.
Sayangnya, Boediono sendiri dalam pertemuan kemarin masih menunjukkan sikap enggan dicalonkan menjadi orang nomor satu BI. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, profesor ekonomi UGM itu juga menyarankan sebaiknya dicalonkan yang muda-muda saja. Heri Susanto I Gunanto E S