JAKARTA – Malayan Banking Bhd (Maybank),membeli 55,7% saham PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) dari konsorsium Sorak Financial Holdings Pte Ltd.
Nilai pembelian saham BII dari konsorsium yang terdiri atas unit usaha perusahaan investasi Singapura Temasek, Fullerton Financial Holdings Pte Ltd, dan Kokmin Bank dari Korea Selatan itu mencapai USD1,5 miliar atau Rp13,5 triliun, atau Rp510 per saham.
”Kami sangat gembira atas hasil ini dan memberi semangat untuk bergerak maju untuk memberi nilai yang signifikan bagi BII,” ujar Pjs CEO Maybank Aminuddin Mohammad Desa dalam keterangan tertulisnya kemarin. Dalam keterangan tersebut dikatakan bahwa proses tersebut sudah memasuki tahapan perjanjian jual-beli kondisional (conditional sale and purchase agreement). Harga USD1,5 miliar tersebut merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak.
Dengan kesepakatan ini, Maybank menyingkirkan dua bank China yang sebelumnya berminat untuk membeli BII, yaitu Industrial and Commercial Bank of China dan China Construction Bank.
Aminuddin menuturkan, setelah resmi membeli 100% saham BII milik konsorsium Sorak,Maybank akan melakukan penawaran (tender offer) atas 44,3% saham BII yang dimiliki investor lainnya senilai USD1,2 miliar.Jika terlaksana, total pembelian saham BII oleh Maybank akan mencapai USD2,7 miliar atau sekitar Rp24,3 triliun. Akuisisi ini, lanjut dia, akan mentransformasikan prospek pertumbuhan perusahaan di Indonesia dan menjadi langkah strategis untuk meregionalisasi operasional melalui investasi di pasar yang terpilih.
”Hal ini memberi landasan bagi kami untuk mengapitalisasi kesempatan pertumbuhan dengan risiko yang terbatas dan bergabung dengan basis fundamental yang kuat dari perekonomian Indonesia.Tim manajemen saat ini memiliki pengalaman sehingga sejalan dengan aspirasi dan kehadiran Maybank di Indonesia,” imbuhnya.
Dia menambahkan, Bank Negara Malaysia sudah memberi persetujuan terkait rencana akuisisi tersebut.Kesepakatan pembelian saham tinggal menunggu persetujuan dari Bank Indonesia dan pemegang saham Maybank. Selain itu,Maybank pun telah menunjuk Aseanbankers dan BNP Paribas sebagai penasihat dalam proses akuisisi tersebut. ”Proses akuisisi ini diharapkan rampung dalam waktu enam bulan mendatang,” ujarnya.
Wakil Presiden Direktur BII Sukatmo Padmosukarso saat dihubungi SINDO merespons positif langkah tersebut. Dia mengaku telah menerima surat pemberitahuan resmi dari Fullerton selaku pemilik lama perseroan. Namun, bagaimana langkah dan tindakan selanjutnya, Sukatmo mengatakan bahwa manajemen menyerahkan semuanya kepada pemegang saham yang baru.
”Kami selalu berpikir positif dan pembelian Maybank terhadap FFH sudah diterima melalui surat resmi. Baru itu saja, dan saat ini seluruh manajemen BII tetap bekerja seperti biasa,” tegasnya. Sementara itu, pada perdagangan kemarin,saham BII ditutup menguat 12% atau naik Rp55 menjadi Rp470 per saham, dari harga penutupan sebelumnya sebesar Rp415.
Analis Mega Capital Felix Sindhunata mengatakan, pengambilalihan saham BII oleh Maybank memberikan sentimen positif terhadap pasar.Sebab,hargapembelian sekitar Rp510 per saham berada di atas rata-rata harga premium. Pengambilalihan itu juga dinilai akan memberi dampak positif yang signifikan bagi kinerja BII di masa mendatang, khususnya terkait rencana ekspansi. (tomi sujatmiko/ whisnu bagus)